Kamis, 06 September 2012


Data di bawah ini, saya peroleh dari skripsi Lismawarni, salah satu mahasiswi UIR pada angkatan 2005. Data ini saya ambil untuk memenuhi tugas mata kuliah Statistik Pendidikan.
Judul Skripsi
Peningkatan Kemampuan Menceritakan Hasil Pengamatan Kunjungan dengan Metode Inquiry Training Siswa Kelas V SD Negeri 018 Bukit Raya Kota Pekanbaru.
Subjek Penelitian
Siswa kelas V SD Negeri 018 Bukit Raya Kota Pekanbaru. Jumlah siswa pada kelas VB ini berjumlah 44 siswa, yang terdiri dari 23 orang siswa laki-laki dan 21 orang siswa perempuan.
metode penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskriptif.
Data Daya Serap Belajar Siswa Dalam Menceritakan Laporan Hasil Kunjungan/Pengamatan Pada Siklus I Pertemuan Kedua.
NAMA SISWA
ASPEK YANG DINILAI
SKOR NILAI
LAFAL
KERUNTUTAN
KETEPATAN
INTONASI
Mela Ramayanti
3
4
2
1
62,5
Egi Pratama
2
3
3
2
62,5
Kristin Natalia
4
4
3
3
87,5
Qodurrahman
3
3
3
3
75
Agil Afarizi
4
3
3
2
75
Pandangan S.
3
3
3
2
68,75
Anisa Fitri
4
4
4
4
100
Afika Vany
2
3
3
2
62,5
Dini Rahmadhani
3
4
4
2
81,25
Dandi Kurniawan
3
4
4
3
87,5
Irma Ariani
4
4
3
3
87,5
Irfan Afandi
3
2
2
2
56,25
M. Ismail
3
4
4
3
87,5
Raditya Pradiva
3
4
4
3
87,5
Ramadani
3
3
3
3
75
Adrila Andria
2
3
3
3
68,75
Andika Ramadhan
4
2
3
3
75
Arif Ramadhan
3
3
3
3
75
Asdelina Ritonga
2
3
3
3
68,75
Claudea Yustika
4
2
2
2
62,5
Mahatma Reza
3
3
3
3
75
M.Dean Arissandi
3
4
3
4
87,5
M. Rasyid
3
4
4
2
81,25
Agung Laksana
2
4
3
1
62,5
Salsabila R.
3
3
3
1
62,5
Delviani
2
3
3
1
56,25
Bayu Saputra
2
3
1
2
50
Mira Santika
3
3
3
2
68,75
Nursidayanti
3
3
3
2
68,75
Jhon Wedi
2
3
2
2
56,25
Novitri Erlinda
3
2
3
2
62,5
Popi Safitri
3
2
4
2
68,75
Apriyola Sonur
3
2
4
3
75
Fitra Nurzolio
3
3
2
4
75
Faregah Kuliev
3
2
1
3
56,25
Putra Pandewa
3
3
4
3
62,5
Gilbert Sandi
3
2
3
2
62,5
Diki Wahyudi
3
3
3
2
68,75
Rendi Kurniawan
3
3
3
3
75
Meliana Afrinda
3
2
3
2
62,5
Lia Ayu
3
2
2
2
56,25
Ade M. Rais
4
4
4
3
93,75
Febriola Vanisa
4
3
3
4
87,5
Sathiya W.
3
4
4
3
87,5
JUMLAH
132
135
133
110
3187,41
RATA-RATA




72,44
KKM




74

Berdasarkan tabel, 7 dari 44 orang siswa yang memperoleh nilai sangat baik 2 orang, siswa yang mendapat nilai tinggi 19 orang siswa yang memperoleh nilai sedang 17 orang dan siswa yang memperoleh nilai rendah 6 orang.

Minggu, 29 April 2012


Kata Depan (Preposisi)
Kata depan adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina atau pronomina. Preposisi bisa berbentuk kata, misalnya di dan untuk, atau gabungan kata, misalnya bersama atau sampai dengan.
beberapa kata depan yaitu;
di, ke, dari, pergi, anrtara, bagi, buat, demi, dengan, hingga, kecuali, lepas, lewat, pada, seperti, serta, tanpa, tentang,ke per, kepada, sejak.
contoh:
A.     Antara dan Di Antara
1.      Botol aqua ini terletak antara buku dan spidol.
2.      Cantika wanita tercantik di antara kelas lainnya.
Jadi, kata antara digunakan jika hanya terdapat dua benda sebagai temannya. Sedangkan kata di antara digunakan jika lebih dari 2 benda sebagai temannya.
B.     Bagi dan Untuk
1.      Kalimat itu sangat penting untuk saya.
2.      Kalimat itu sangat penting bagi pengetahuan saya.
Catatan: Kata depan tidak boleh terletak pada awal kalimat atau paragraf..

Sabtu, 10 Maret 2012

Bahasa Agta (Philipina)


Pada tanggal 07 Maret 2012, tepatnya hari Rabu dalam mata kuliah Morfologi Lanjut kami membahas tentang Bahasa Agta . baiklah saya akan mengulas kembali tentang Bahasa Agta dalam mata kuliah Morfologi Lanjut .
        Bahasa Agta (Philipina)
         "Re Roduplication =  Pengulangan Sebagian
/ takki / ' kaki ' /  taktakki /  ' banyak kaki  '
/ na - wakay / ' hilang ' / na- wakwakay / ' banyak benda hilang '
/ bari / ' badan ' / barbari / ' seluruh badan '
      Rumus Autosegmental (Wakay)
1. Representasi Dalaman (Input)
           K V K V K      +        K V K V K        → Tingkat Skeletal
           |    |   |                          |    |   |   |  |
          w  a   k   a  y                 w  a  k  a  y       → Tingkat Melodi
2.  Pengulangan   Melodi
         K V K V K        +       K V K V K         → Tingkat Skeletal
         |    |   |                           |   |    |   |  |
        w   a  k  a  y                 w  a  k   a  y         → Tingkat Melodi
3.    Penguguran Segmen (Tingkat)
          K V K V K         +        K V K V K      → Tingkat Skeletal
          |    |   |                           |   |   |   |   |
         w   a  k   a   y                 w  a  k   a   y     → Tingkat Melodi
            Penguguran terjadi apabila tidak ada garis penghubung .    
4.   Output
        K V K    +    K V K V K                         → Tingkat Skeletal
         |  |   |             |    |   |   |   |
        w a  k           w   a  k  a  y             → Tingkat Melodi
Rumus Autosegmental (Takki)
1. Representasi Dalaman (Input)
           K V K K V      +        K V K K V        Tingkat Skeletal
           |    |   |                          |    |   |   |  |
          T   a   k  k   i                 t  a  k  k  i          Tingkat Melodi
2.  Pengulangan   Melodi
         K V K K V        +       K V K K V         Tingkat Skeletal
         |    |   |                           |   |    |   |  |
        t   a   k  k  i                    t  a  k   k  i          Tingkat Melodi
3.    Penguguran Segmen (Tingkat)
          K V K K V         +        K V K K V      Tingkat Skeletal
          |    |   |                           |   |   |   |   |
         t   a  k   k   i                    t  a  k   k  i        Tingkat Melodi
            Penguguran terjadi apabila tidak ada garis penghubung .    
4.   Output
        K V K    +    K V K K V                         Tingkat Skeletal
         |  |   |             |    |   |   |   |
        T  a  k           t   a  k  k  i                           Tingkat Melodi

Rumus Autosegmental (Bari)
1. Representasi Dalaman (Input)
           K V K V      +        K V  K V               Tingkat Skeletal
           |    |   |                      |    |   |   | 
          b   a   r  i                  b   a  r   i                 Tingkat Melodi
2.  Pengulangan   Melodi
         K V K V        +       K V K V                 Tingkat Skeletal
         |    |   |                       |   |    |   | 
         b  a   r  i                   b  a   r  i                   Tingkat Melodi
3.    Penguguran Segmen (Tingkat)
          K V K V         +        K V K V              Tingkat Skeletal
          |    |   |                        |   |   |   |  
         b   a  r    i                    b  a  r   i                Tingkat Melodi
            Penguguran terjadi apabila tidak ada garis penghubung .    
4.   Output
        K V K    +    K V K V                             Tingkat Skeletal
         |  |   |             |    |   |   |  
        b  a  r            b   a  r   i                             Tingkat Melodi

Sabtu, 03 Maret 2012

Ulasan Bahasa Panoma


Bahasa Panoma
Pada  tanggal 29 Februari 2012 di kelas  4F, jurusan Bahasa dan Seni , program studi Bahasa Indonesia, Universitas Islam Riau. Saya telah belajar  bahasa panoma,  pada mata kuliah Morfologi Lanjut. Berikut adalah sedikit ulasan tentang bahasa panoma.
Bahasa Pamona, juga dikenal sebagai bahasa Poso, digunakan oleh sekitar 200.000 orang. Bahasa Panoma hanya mempunyai ragam lisan dan tidak mempunyai tulisan seperti halnya bahasa Batak, Jawa, Mandarin, Thailand, dan lain-lain. Keunikan bahasa Pamona terletak pada huruf terakhir setiap katanya yang pasti diakhiri dengan huruf vokal.
Bahasa panoma
Struktur morfologi
1.      Awalan
[ra-]-  /-koni/ ’makan’  /rakoni/  ’silahkan makan’
[a-]     /jori/   ’tidur’     /ajori/      ’silahkan tidur’
[nda-] /inu/   ’minum’ /ndainu/   ’silahkan minum’
[ndi-] /inu/   ’minum’ /ndiinu/    ’silahkan minum’

2.      akhiran
[-ti]       /jua/        ’sakiti’     /juati/         ’sakiti’
[-wi]     /kau/       ’tudung’   /kauwi/      ’tudungi’
[-ri]       /winum/ ’hambar’  /winumri/   ’hambarkan’
[-raka]  /tonda/     ’ikuti’     /tondaraka/  ’ikuti cepat’