Kamis, 23 Februari 2012

ULASAN ADVERBIA


ADVERBIA ( KATA KETERANGAN)

Pada  tanggal 22 Februari 2012 di kelas  4F, jurusan Bahasa dan Seni , program studi Bahasa Indonesia, Universitas Islam Riau. Saya telah belajar  Adverbia,  pada pertemuan yang ketiga mata kuliah Morfologi Lanjut. Berikut adalah sedikit ulasan tentang Adverbia.

Adverbia atau kata keterangan berasal dari bahasa Latin: ad, "untuk" dan verbum, "kata". jadi, Adverbia adalah kelas kata yang memberikan keterangan kepada kata lain, seperti verba (kata kerja) dan adjektiva (kata sifat), yang bukan nomina (kata benda). Contoh adverbia misalnya: sangat, amat, tidak.

Jenis Adverbia

Kata keterangan dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan menurut:

1.      Perilaku Sintaksis
1.      Adverbia yang mendahului kata yang diterangkan:
a)      Ia lebih rendah dari pada kakaknya.
b)      Bunga itu sangat harum.
c)      Pendiriannya terlalu kukuh untuk digoyangkan.
d)      Kami hanya menulis apa yang dikatakannya.
2.      Adverbia yang mengikuti kata yang diterangkan:
a)      Tampan nian kekasih barumu.
b)      Kami duduk-duduk saja menunggu pangilan.
c)      Jelek benar kelakuannya.
3. Adverbia yang mendahului atau mengikuti kata yang diterangkan:
a)      Mahal amat harga barang-barang itu.
b)      Gula ini harganya amat mahal dari yang lain.
4. Adverbia yang mendahului dan mengikuti kata yang diterangkan:
a)      Saya yakin bukan dia saja yang pandai.
b)      Bagiku, senyumnya sangat manis sekali.

2.      Perilaku Semantik
1. Adverbia Kualitatif
Menggabarkan makna yang berhubungan dengan tingkat, derajat, atau mutu. Contoh: paling, sangat, lebih, dan kurang.

2. Adverbia Kuantitatif
Menggambarka makna yang berhubungan dengan jumlah. Contoh: banyak, sedikit, kira-kira, dan cukup.   
3. Adverbia Limitatif
Menggambaran makna yang berhubungan dengan pembatasan. Contoh: hanya, saja, dan sekedar.

4. Adverbia Frekuentatif
Menggambarkan makna yang berhubungan dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterangkan adverbia itu. Contoh: selalu, sering, jaang, dan kadang-kadang.

5. Adverbia Kewaktuan
Menggambarkan makna yang berhubungan dengan saat terjadinya peristiwa yang diterangkan oleh adverbia itu. Contoh: baru dan segera.

6. Adverbia Kecaraan
Menggambarkan makna yang berhubungan dengan bagaimaa peristiwa yang dierangkan oleh adverbia itu berlangsubg atau terjadi. Contoh: diam-diam, secepatnya, pelan-pelan..

7. Adverbia Kontrastif
Menggambarkan perentangan dengan makna kata atau hal yang dinyatakan sebelumnya. Contoh: bahkan, malahan, dan justru.

8. Adverbia Keniscayaan
Menggambarkan makna yang berhubungan dengan kepastian tentang keberlangsungan aau terjadinya hal atau peristiwa yang dijelaskan adverbia itu. Contoh: niscaya, pasti, dan tentu.

3.      Bentuk
1.      Tunggal, adverbia tunggal terbagi 2, yaitu;
a)      Kata dasar: baik sekali anak itu
b)      Kata berafiks: sebaiknya sebelum makan kita cuci tangan
2.      Gabungan, adverbia gabungan terbagi 2, yaitu;
a)      Adverbia berdampingan
b)      Adverbia tidak berdampingan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar